Soca
Kata emak, hari ini mata kanan bapak sudah melihat cahaya. Sudah nyaris tiga minggu hal itu tak bisa dilakukannya. Mata kanan bapak tertutup, seperti kuncup bunga yang belum mekar. Rapet. Sulit dibuka. Kalau dipaksa, rasanya sakit, katanya. Tiga minggu yang lalu itu, bapak sedang di kebun. Seperti biasa, kalau tak kerja bangunan, bapak akan menghabiskan waktunya untuk menengok kebun. Memeriksa tanaman, mengambil apa yang bisa diambil, membersihkan semak-semak, atau apa saja yang sekiranya bisa dilakukan di sana. Hari itu pun sama. Pagi-pagi bapak pergi ke kebun. Berjalan kaki, melewati bebukitan, tebing yang tak terlalu curam, dan beberapa kebun tetangga kampung yang dikenalnya. Sesekali, bapak lewati juga itu kebun alba atau kebun jati. Sampai di kebun. Bapak mampir ke saung, menaruh tas berisi bekal nasi timbel dan ikan asin yang disiapkan emak. Serta air minum, tentu saja. Bapak duduk sejenak. Hari masih pagi, belum jam tujuh. Udara segar. Suara tonggeret menyambutnya. Sep...