Postingan

Happy Erection Day!

            “Happy Erection Day!”             “Apa katamu?”             “Happy Erection Day!”             “Apa?!”             Idang kesal dengan satu temannya ini yang berlagak sok idealis dengan menjelaskan apa bedanya golput dan tidak memilih. Baginya, golput dan tidak memilih itu sama saja, sebuah persekongkolan jahat melawan demokrasi di negeri tercinta. Temannya itu terlalu terjebak dengan nilai-nilai luhur filosofis yang entah didapatnya dari membaca buku karangan siapa. Bahwa sebuah demokrasi itu seharusnya membawa kita kepada kemakmuran, kesejahteraan, serta kebahagiaan dalam menjalani sisa umur. Temannya lupa satu hal, ia lupa akan betapa pentingnya untuk menggunakan hak pilih dalam iklim...

Seorang Anjing Solehah

            Demikianlah Mumad bingung jadinya. Ia bingung, mengapa perempuan di hadapannya ini malah terus-terusan membela binatang seperti anjing. Ia sangat tak bisa memahami mengapa perempuan yang nampaknya solehah ini malah rela masuk neraka demi binatang seperti anjing. Lihat bajunya! Perempuan ini menutup daerah auratnya dengan sangat tertib, setertib polisi berperut buncit kala mereka melaksanakan apel pagi. Tubuhnya diliputi gamis, kepalanya ditutup jilbab yang menjuntai melebihi susunya, dan tentu kemana pun dirinya pergi, ia tak pernah lupa untuk selalu menggunakan kaos kaki serta manset.             Mumad merasa sudah menjelaskan seterperinci mungkin bahwa tidak baik untuk menjadikan anjing sebagai binatang peliharaan. Kalau mau, baiknya memelihara kucing saja. Sebab kucing adalah binatang kesayangan Nabi. “Apa kau sudah kehilangan akalmu? Anjing itu binatan...

Seekor Anjing Bernama Sarah

            Sarah benar-benar tak dapat menemukan satu alasan pun kenapa dirinya tiba-tiba berubah menjadi seekor anjing. Ia baru sadar dirinya berubah saat terbangun subuh-subuh untuk menunaikan ibadah solat subuh. Tentu dirinya kaget bukan main saat menemukan dirinya berubah menjadi seekor anjing, perasaan jijik kemudian menggerayang saat dirinya bercermin. Pernah sekali memang ia memikirkannya, memikirkan untuk menjadi seekor binatang. Ia pernah memimpikan untuk menjadi seekor ikan, apapun jenisnya. Sederhana saja, ikan bukan binatang najis seperti anjing, pikirnya. Tubuhnya bisa dimasak dengan bermacam cara, digoreng, dibakar, dipepes, singkatnya mau dimasak dengan cara apapun tetap tak akan mengurangi kenikmatannya. Setidaknya menjadi seekor ikan pasti lebih bermanfaat daripada menjadi seekor anjing. Ia pun pernah membayangkan kalau dirinya rela menjadi binatang apa saja asalkan bukan menjadi anjing. Bahkan ia pernah mewant...

Duh Mel, Amel!

Rasanya Amel memang payah dalam segala hal. Payah sekali. Hidupnya selalu melulu dihinggapi kepayahan, dari jenis spele sampai ke yang luar biasa. Bayangkan saja, selama merantau Amel tak pernah mengirimkan baju kotornya ke jasa tukang cuci. Setiap tiga kali dalam seminggu ia mencuci bajunya sendiri, tentu sembari mendengarkan lagu Poker Face dari Lady Gaga. Tak hanya itu, ia pun selalu mengangkat galon sendiri, tak pernah menyuruh abang-abang tukang galon untuk memasukannya langsung ke dispenser. Ia juga payah dalam hal kebersihan lingkungan. Buktinya, setiap melihat sampah di jalan dirinya akan langsung memungutnya untuk dimasukan ke tong sampah, tidak menunggu tukang kebersihan yang sudah dibayar untuk melakukannya. Bahkan saking gobloknya Amel, tiap ia memesan minum di kantin, dirinya selalu meminta pada pelayan agar minumannya tak usah dikasih sedotan. Padahal kita tahu kalau sedotan itu diciptakan untuk mempermudah orang-orang dalam hal menenggak minuman. Sudah pasti hal-ha...