Sekilas Info
Kau tak perlu menyerah di titik ini? Apa mau menyerah saja? Kuberitahu kau, masalah akan selalu ada. Mau di mana pun kau berdiri. Apa mungkin masalah yang kau anggap itu sesungguhnya bukanlah suatu masalah? Barangakali ya, bukanlah masalah. Kau hanya tak pandai menempatkan diri. Kau hanya tak paham bagaimana perasaan orang bekerja.
Kau biasanya, untuk menyelesaikan apa yang kau anggap masalah, bukankah dengan onani? Nah! Jika onani bisa membuat tubuhmu rileks dan otakmu tak spaneng, maka onanilah. Onani saja tanpa pedulikan apa pun. Onani saja sampai kau puas. Onani saja sampai apa yang kau anggap masalah itu selesai.
Jika dengan onani sesuatu yang kau anggap masalah itu tak selesai, maka selesaikan saja dengan minum-minum atau mengganja. Bukankah biasanya begitu? Bukankah jika suatu masalah tak bisa diselesaikan dengan onani kau biasa menyelesaikannya dengan minum-minum atau mengganja? Maka minum-minumlah sebagaimana biasa. Ajak kawan-kawan terbaikmu jika perlu. Tapi jika tidak, kamu sendiri pun cukup. Tetap ingat hal ini: jika hendak minum, maka minumlah dengan berkelas. Jangan rese apalagi bertindak kriminal. Lalu, jika dengan minum-minum sesuatu yang kau anggap masalah itu masih belum kelar juga, maka mengganjalah. Biasanya itu selalu berhasil. Biasanya itu selalu membuatmu nyaman. Karena setidaknya, dengan mengganja, kau bisa makan dan tidur enak.
Tapi, tahan dulu kawan. Aku lupa kalau sekarang Ramadan. Bulan puasa, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh kebahagiaan. Kalau misalnya kamu jadi onani atau minum-minum atau mengganja, rasanya itu akan mencoreng keagungannya. Setidaknya, itu seperti mengencingi rumah seseorang dengan sengaja tanpa peduli si pemilik rumah mengamuk. Apa tidak mau dipikirkan lagi, kawan? Maksudku, sesuatu yang kau anggap masalah jangan diselesaikan dengan onani atau minum-minum atau mengganja, tapi dengan meminta ampunan kepada si pemilik rumah? Alias minta ampunan kepada sang pemilik Ramadan? Ini bulan penuh berkah, kawan. Ini bulannya keberkahan. Kau minta apa pun, akan selalu diijabah. Bahkan jika beruntung, kau bisa mendapat malam yang lebih baik daripada malam seribu bulan. Ya, kau bisa dapat lailatulkadar.
Apa kau mau mencobanya? Apa kau mau, setidaknya, untuk menjajaki kemungkinan itu? Atau kau akan tetap menjalankan rencanamu; onani, minum-minum, atau mengganja? Sebenarnya itu terserah padamu saja. Aku tahu, tahu sekali. Tak mudah untuk menyerahkan diri kepada Ramadan. Walau katanya setan dikerangkeng, tapi ternyata musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri dan bukan setan. Jadi, wajar belaka jika susah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Ramadan. Bukan setan, tapi kita sendiri yang bikin susah. Hanya saja, susah bukan berarti mustahil. Kau hanya perlu pelan-pelan saja mencoba. Kau hanya perlu mencobanya perlahan-lahan. Sebagaimana kau mencoba onani, minum-minum dan mengganja. Kau pun bukannya saat mencoba ketiga hal itu juga perlahan-lahan?
Apa? Kau mau tetap onani?
.png)
Komentar
Posting Komentar