Skuter Biru Malam

 


Skuter biru malam melaju meniti pelangi. Ia melaju sendiri tanpa disetir. Ia melaju sendiri tanpa membonceng sesiapa. Ia melaju atas kehendak sendiri. Ia melaju, melaju, melaju meniti pelangi hendak mengintip bidadari mandi. Sudah lama ia tak melihat bidadari. Sudah lama ia tak melihat bidadari mandi. Sudah lama ia tak melihat bidadari mandi di sungai. Sudah lama ia tak melihat bidadari mandi di sungai telanjang. Sudah lama ia tak melihat bidadari telanjang. Sudah lama ia tak melihat perempuan telanjang. Ia melaju, melaju, melaju, kencang, kencang, semakin kencang, kencang sekali.

Lima orang bidadari bersiap mandi. Lima orang bidadari bersiap mandi di sungai. Lima bidadari mulai melepaskan perlahan pakaiannya. Satu per satu. Perlahan, perlahan, perlahan. Anggun sekali. Anggun sekali. Anggun sekali. Anggun sekali. Perlahan kondenya dilepas. Perlahan selendangnya dilepas. Perlahan kembennya dilepas. Perlahan kain jariknya dilepas. Perlahan, perlahan, perlahan. Perlahan lima bidadari mulai telanjang.

Skuter biru malam melaju meloncati batu-batu. Skuter biru malam melaju meloncati batu-batu berbagai ukuran berbagai bentuk berbagai kondisi. Batu besar berkutil. Batu lebar berlumut. Batu tipis runcing. Batu kecil berwarna. Batu datar kasar. Batu besar benjol. Batul kecil, batu besar, batu tipis, batu runcing, batu, batu, batu, batu. Skuter biru malam melaju meloncati batu-batu. Skuter biru malam melaju meloncati batu-batu buru-buru takut bidadari keburu selesai mandi. Skuter biru malam melaju meloncati batu-batu buru-buru takut bidadari keburu selesai mandi dan pergi. Skuter biru malam melaju melon…

Lima bidadari mulai menginjak batu, turun ke air. Sungai perlahan menelan tumitnya. Sungai perlahan menelan betisnya. Sungai perlahan menelan pahanya. Sungai perlahan menelan selangkangannya. Sungai perlahan menelan perutnya. Sungai perlahan menelan dadanya. Sungai perlahan menelan ranum buah dadanya. Sungai perlahan menelan ketiaknya. Sungai perlahan menelan kedua tangannya. Sungai perlahan merendak lehernya. Sungai perlahan menelan dagunya. Sungai perlahan menelan bibirnya. Sungai perlahan menelan hidungnya. Sungai perlahan merendak telinganya. Sungai perlahan menelan keningnya. Sungai perlahan menelan rambutnya. Sungai perlahan menelan kepalanya. Sungai perlahan menelan tubuh telanjangnya.

Skuter biru malam melaju di rerumputan basah. Skuter biru malam melaju di rerumputan kering. Skuter biru malam melaju di rerumputan pendek. Skuter biru malam melaju di rerumputan panjang. Skuter biru malam melaju di rerumputan lebat. Skuter biru malam melaju di rerumputan cekatan menghindari ranting-ranting. Skuter biru malam melaju di rerumputan cekatan menghindari batang-batang pohon. Skuter biru malam melaju di rerumputan cekatan menghindari pohon-pohon tumbang. Skuter biru malam melaju di rerumputan cekatan menghindari jalan licin becek berlumpur. Skuter biru malam melaju, melaju di, melaju di rerumputan, melaju di rerumputan cekatan, melaju di rerumputan cekatan menghindari, melaju di rerumputan cekatan menghindari jalan, licin, becek, berlumpur, berbatu, beranting, ber…

Lima bidadari telanjang masih ditelan sungai. Lima bidadari telanjang masih ditelan sungai. Lima bidadari telanjang masih ditelan sungai. Lima bidadari telanjang masih ditelan sungai. Lima bidadari telanjang masih ditelan sungai di tengah hutan di tengah gerimis di tengah angin lembab di tengah rusa-rusa di tengah ular di tengah ikan-ikan di tengah buruan nafas skuter biru malam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wates

Di Akhir Khawatir

Karang di Tubuh