Rumah ke Rumah
Di Hindia :
Aku sungguh menyesal, mengapa waktu itu tak
kusampaikan saja cinta monyetku ke Kanya dan Rebecca.
Apa kabar kalian di sana? Semoga hidup baik-baik saja untuk kalian. Hidup
memang seperti itu, tak belajar terkena getahnya. Apalagi saat bersama Thanya
dan Saphira, dan rasanya aku percaya mungkin bukan jalannya. Namun kalian
banyak salah juga sih. Jika dahulu aku
tak cepat berubah, ini maafku untukmu, Sharfina. Segala doa yang baik adanya,
untukmu dan mimpimu yang mulia. Pindah
berkala dari rumah ke rumah. Aku berharap
bisa berujung indah, walau akhirnya harus berpisah. Terima kasih, karena aku memang
tak mudah. Pindah berkala dari rumah ke rumah. Berharap bisa berujung indah, walau
akhirnya harus berpisah, dan terima kasih karena aku memang tak mudah.
Maaf jika aku sering membuat kalian semua susah Indisya,
Panda, Anggra, Caca, Sismita, perempuan-perempuan terkuat dalam hidupku. Terjanglah
apa pun yang kalian tuju. Dan kau datang saat gelapku merekah, seluruh hatiku
untukmu, Meidiana. Kau pantas dapatkan yang baik di dunia, semoga kita bertahan
lama. Pindah berkala dari rumah ke rumah. Mengambil pelajaran jika berpisah,
dan jikalau suatu saat berujung indah, maka catat nama kita dalam sejarah. Pindah
berkala dari rumah ke rumah. Mengambil pelajaran jika berpisah, dan jikalau
suatu saat berujung indah, maka catat nama kita dalam sejarah.
Letih mengembara dari rumah ke rumah. Kadang aku
lupa akanmu Amalia, yang selalu siap sedia tiap aku bercerita, dan aku
beruntung jadi anakmu, Bunda. Pindah berkala dari rumah ke rumah. Selalu
pada dirimu aku berserah, dan jika aku disebut dalam sejarah, mereka takkan
lupa karena siapa. Pindah berkala dari rumah ke rumah. Selalu pada dirimu aku
berserah, dan jika aku disebut dalam sejarah, mereka takkan lupa karena siapa.
Apalah aku tanpa kalian. Apalah kalian tanpa aku. Apalah
aku tanpa cinta. Apalah cinta tanpa aku. Apalah mungkin kita bersama. Apalah bersama
kita mungkin.
Komentar
Posting Komentar