Postingan

Juli yang Mekar

Gambar
  Bulan ini, matahari terbit dari kedua matamu. Musim terhampar teduh pada wajahmu. Pagi menggeliat dari bibirmu. Malam pekat ialah rambutmu yang memikat. Dan rembulan, bermekaran di sekujur tubuhmu. ___ Aku melangkah meniti harapan, hendak melancong ke negeri-negeri di balik ombak. Sebab ternyata, dunia terlampau sempit di dalam diri yang telah penuh sesak. Tubuhku tak mungkin lagi menampung dunia yang fana ini. Kepalaku keruh. Hatiku semrawut. Maka kuputuskan, inilah waktunya, sekaranglah saatnya, aku melangkah meninggalkan dunia. Kenangan menawarkan diri menemani. Terkadang ia memang berguna juga, untuk sekadar mengurut pelipis yang pening, atau mengusap kepala yang rungsing, atau memeluk tubuh yang menguning, dan atau menceritakan kisah-kisah indah dari masa lalu. Tapi aku menolaknya. Aku tak hendak pergi ditemani olehnya. Telah berkali-kali aku ditemani olehnya, dan telah berkali-kali pula ia malah mengorek luka yang mulai kering. Kali ini, aku hanya akan menyerahkan d...

Kisah Kobong: Harak

Gambar
  AKU ADALAH seekor anak bungsu. Bapakku merupakan anjing berwarna hitam tinggi besar kukutan Guru Dayat, dan ibuku, sedari kecil telah dipelihara oleh Madsahdi. Tidak seperti bapak yang bulunya hitam, ibu–seperti kebanyakan anjing kampung lainnya–merupakan seekor anjing dengan warna cokelat dan moncong hitam. Dengan bapak, aku tak bisa dikatakan dekat. Bahkan sebenarnya, aku tak pernah mengenal dirinya secara langsung. Selama hidup aku tak pernah berhasil menjalin suatu ikatan emosional dengannya. Aku tak pernah mengobrol, atau mendengarnya bercerita, atau diajaknya berburu, atau merasakan karismanya yang kata anjing-anjing begitu luar biasanya, dan ataupun menyaksikan kegarangannya berduel melawan babi hutan.             Ibu bercerita, bahwa bapak merupakan seekor anjing yang ganteng dan gagah. Bagaimana tidak, ketika hampir semua anjing di kampung berwarna cokelat bermoncong hitam, bapak hadir sebagai sebuah anomali. Bap...