Juli yang Mekar
Bulan ini, matahari terbit dari kedua matamu. Musim terhampar teduh pada wajahmu. Pagi menggeliat dari bibirmu. Malam pekat ialah rambutmu yang memikat. Dan rembulan, bermekaran di sekujur tubuhmu. ___ Aku melangkah meniti harapan, hendak melancong ke negeri-negeri di balik ombak. Sebab ternyata, dunia terlampau sempit di dalam diri yang telah penuh sesak. Tubuhku tak mungkin lagi menampung dunia yang fana ini. Kepalaku keruh. Hatiku semrawut. Maka kuputuskan, inilah waktunya, sekaranglah saatnya, aku melangkah meninggalkan dunia. Kenangan menawarkan diri menemani. Terkadang ia memang berguna juga, untuk sekadar mengurut pelipis yang pening, atau mengusap kepala yang rungsing, atau memeluk tubuh yang menguning, dan atau menceritakan kisah-kisah indah dari masa lalu. Tapi aku menolaknya. Aku tak hendak pergi ditemani olehnya. Telah berkali-kali aku ditemani olehnya, dan telah berkali-kali pula ia malah mengorek luka yang mulai kering. Kali ini, aku hanya akan menyerahkan d...