Postingan

Kisah Kobong: Sutarja dan Sulastri

Gambar
  “Ia telah menciumku sebelum diseret ke ruang eksekusi. Padahal Ia cuma bersaksi bahwa agama dan senjata telah menjarah perempuan lemah ini.” *Penggalan puisi Joko Pinurbo; Minggu Pagi di Sebuah Puisi. Celana: 67. ___ “Kamu sudah akil balig. Rasanya sudah saatnya aku bercerita,” ucap Madsahdi kepada anjingnya di suatu sore. ___ Sesungguhnya, jika puluhan tahun sebelumnya orang-orang–yang kemudian menjadi leluhur Haji Elon–tak merampas hak milik Madsahdi, maksudku, hak milik keluarga Madsahdi, barangkali Madsahdi tak akan menjadi buruh serba bisa seperti sekarang. Madsahdi menceritakan kepadaku, dahulu bapaknya adalah seorang yang hidup enak, berkecukupan, dan hidup dalam kebahagiaan paripurna. Bapaknya bapak Madsahdi, yang berarti adalak kakeknya Madsahdi, yakni Sutarja, adalah seorang yang dikaruniai kekayaan melimpah, yang kekayaannya itu tak akan habis dibagi walaupun kepada seluruh penduduk di kecamatan selama tujuh turunan. Di kampung, Sutarja dikenal seba...

Kisah Kobong: Sancang

Gambar
  ORANG-ORANG mengenal Sancang sebagai tempat mujarab jika seseorang ingin menguasai bermacam ilmu hitam. Kamu ingin bisa membunuh orang hanya modal berkedip? Datanglah ke Sancang. Kamu ingin menguasai ilmu pelet biar bisa meniduri seribu wanita? Datanglah ke Sancang. Kamu ingin jago teluh atau santet? Datanglah ke Sancang. Kamu ingin bisa merupakan dirimu ke dalam berbagai binatang? Datanglah ke Sancang. Atau kamu ingin punya kemampuan untuk mengubah dedaunan menjadi lembaran-lembaran duit? Maka Sancang adalah tempat terbaik untuk berguru. Atau, kalau kamu tak punya keinginan untuk menjadi orang sakti, tapi hanya ingin membalaskan dendam kepada mantan kekasihmu yang telah membuatmu patah hati dengan memasukkan sekarung beling ke perutnya, atau kamu ingin menyingkirkan lawan politikmu di perhelatan pilkada dengan sekeji-kejinya, atau kamu ingin merebut harta mertuamu yang kaya raya dengan cara sehalus mungkin, maka jelaslah, kamu perlu berkunjung ke Sancang.    ...