Postingan

Perjalanan Ujang Rohidin

Seharusnya memang benar, Ujang Rohidin masih harus disiksa selama ribuan tahun lamanya di neraka. Namun hari itu, entah di hari apa, seorang Malaikat ujug-ujug datang untuk mengangkat sekaligus menjemputnya dari sana. Ujang Rohidin sangat heran, mengapa seorang bajingan keparat laknat sepertinya bisa-bisanya diangkat dari neraka dan katanya akan dipindahkan ke surga. Ia heran sebab, selama hidup di dunia dirinya tak pernah merasa sekalipun beribadah. Ujang Rohidin tak pernah sholat, puasa juga, zakat apalagi, berangkat haji juga mana mungkin, dan ia juga tak pernah sama sekali membaca al qur’an. Seingatnya, selama hidupnya di dunia, yang dilakukan Ujang Rohidin hanyalah maksiat. Berjudi di pangkalan ojek, mabok-mabokan, jadi penadah motor curian, dan maling ternak-ternak di kampung adalah kegiatan rutinan yang akhirnya menjadi pekerjaan tetapnya. Selain itu, Ujang Rohidin juga adalah seorang penipu yang ulung, merangkap preman tukang palak, serta di paruh waktu kadang menjadi t...

Obrolan di Malam 24

“ Kah?” Perempuan itu menjawab. “Masih membaca buku itu?” “Sudah jarang, tapi tinggal sedikit.” “Oh ya, aku lupa. Masih terobsesi dengan hotel-hotel?” “Maksudmu?” “Tak ada hotel kau tak hidup!” “Tidak, lagipula mereka suka masakanku.” “Cabe bukan masakan, bikin hati jadi pedas.” “Tak usah mengira-ngira. Tidak baik!” “Ya memang,” lelaki itu terdiam, lalu “omong-omong banyak terima kasih untuk lagunya, ‘Well maybe I’m a crook. For stealing your heart away!’” “Sama-sama. Sudah lihat videonya? Kau sekali, bukan?” “Sudah. Aku tak mengerti.” “Menyebalkan! Setidaknya kamu mengerti liriknya.” “Dan sialnya lagu macam itu bisa menempel di kepalaku.” “Ups! Mungkin memang merepresentasikan kamu.” “Syukurlah hanya representasi, bukan kenyataan.” “Lagipula itu sudah menjadi kenyataan.” “Tidak! Representasi hanya menegaskan apa yang ingin dilihat orang dari orang.” “Hal yang mewakili, bahkan sudah terjadi.” “Kau harus jad...