Postingan

Ritual Menyembah Februari

  Tak ada yang tak enak. Sebelum mencobanya tak akan pernah tahu. Tak akan pernah merasakannya. Apakah itu enak atau tidak. Apakah itu menyenangkan atau tidak. Apakah itu mengandung tangis atau bahagia. Hanya perlu berani. Berani maju ke depan. Berani mencoba. Berani mengambil risiko. Berani menghadapi konsekuensi. Terlebih berani terluka. Segala hal selalu begitu. Apa pun itu. Mau tahu bulat atau susu bulat. Mau gitar bengkung atau bodi seksi. Mau air keruh atau bening. Tak ada jaminan sebelum dicoba. Tak akan pernah tahu sebelum dibuktikan. Tak akan pernah terbukti sebelum terluka. Maju saja langkahkan kaki. Berdiri sembari genggamlah nyali. Bisa melakukannya. Berani menerima apa pun rasanya. Rela menerima apa pun hasilnya. Tak perlu pedulikan apa pun. Tak ada motor tanpa nyali. Tak ada mobil tanpa kenekatan. Tak ada pesawat yang diterbangkan seorang pengecut. Hanya yang berani yang akan maju. Hanya yang berani yang akan terus berjalan. Hanya yang berani yang akan terus terba...

Di Jalan 65

  Perjalanan demi perjalanan. Mimpi demi mimpi. Langkah demi langkah. Sudah sejauh ini dan segalanya menjadi sedekat ini. Banyak lubang di sana. Banyak tikungan berliku. Banyak jalan semakin licin dan curam. Mimpi demi mimpi semakin jauh terlihat di atas sana. Mengapung, berderet, menampakkan dirinya sebagai mega-mega yang subur. Mega-mega yang siap ditanami cita-cita dan harapan. Mega-mega yang siap mengubah doa-doa menjadi kenyataan yang selalu mekar. Tak peduli musim sedang beranjak ke mana tapi kenyataan akan selalu mekar dengan indah, dengan cantik, dengan memukau. Banyak doa memang sering berguguran. Karena dihantam angin kencang. Karena dilanda kekeringan. Terutama karena dikepung keragu-raguan. Namun doa-doa tak berguguran sia-sia. Mereka yang gugur memang mati, tapi setelah itu mereka menjadi pupuk yang menumbuhkan seribu doa-doa. Sepuluh ribu doa-doa. Seratus ribu doa-doa. Hingga bermiliaran doa-doa dan bahkan mungkin triliunan doa-doa. Triliunan doa-doa akan mekar lagi s...

Tak Ada Hari Tanpa

Apa memang harus begini? Kudu begini? Tak pernah kurasai baik atau tidak. Selalu menggantung dan menggantung. Padahal tak ada tali mengikat tapi rasanya seperti digantung. Melayang-layang semacam orang gantung diri. Pohon banyak yang tinggi tapi tak mencapai langit. Tangga bambu tersandar tapi tak ada yang mampu naik. Apalagi aku yang hanya duduk. Tak ke mana-mana. Hanya duduk sambil memancing di kolam kering. Entah ada ikannya atau tidak aku tak terlalu peduli. Aku hanya akan terus duduk di sana, memancing, menunggu malaikat membawakan sekarung uang atau segudang cokelat. Katanya cokelat baik untuk meningkatkan perasaan jelek. Maka aku berharap saja supaya malaikat datang membawa segudang cokelat. Mau cokelat dari Belgia, atau dari Swiss, atau dari Israel sekalipun bukan soal. Aku hanya ingin terbebas dari perasaan memuakkan ini. Mudah-mudahan segudang cokelat memang bisa membantuku. Tak ada hari tanpa duduk memancing. Setiap hari selalu terdiri dari duduk, memancing, menunggu. Menu...

Hujan Ingin

Gambar
  Astagfirullah. Akhir-akhir ini aku kenapa. Apa-apa malas. Ngajar malas. Keluar kamar malas. Ke mana-mana tak ada selera. Tenaga serasa disedot lintah. Tubuh lemas, pikiran rungsing terus, hanya tidur yang bisa jadi obat. Apa ini karena sekarang musim hujan? Hmmm… saat orang-orang asyik berkembang biak dengan bini atau kekasih atau selingkuhannya, aku hanya terjebak di kamar bersama sekumpulan bujang-bujang lapuk. Bujang-bujang tipikal madesu yang entah maju tak kena mundur tak kena. Musim hujan memang menyenangkan buat berkembang biak. Hujan mengantarkan dingin dan dingin mengantarkan ingin. Ingin untuk kelon, ingin untuk bercumbu, ingin untuk kawin dengan pasangan. Ah, apa benar rasa kawin bersama orang terkasih memang senikmat sebagaimana sering difirmankan para pendosa? Bukannya tak ingin. Kalau bisa sudah sejak dari lulus SMA aku menikah dan mengawini perempuan yang kucintai. Karena aku memang merasa, keinginan untuk bersetubuh sudah jauh tertanam dalam diriku sedari jau...

Suatu Ketika Sebelum Dunia Bermula

Gambar
  Ketika Allah bertanya apa aku setuju dengan kesepakatan ini, aku tak lantas mengangguk dan menangis. Aku bilang padanya apa boleh, dan kalau mungkin, aku ingin meninjau segala sesuatunya serta ikut campur dalam menentukan hidupku di dunia kelak. Engkau memang Tuhanku. Satu-satunya. Tak ada yang lain. Aku hormat dan taat sepenuhnya padamu. Namun sejujurnya, aku pikir itu tak menjadikan k au berhak menentukan jalan hidupku sepenuhnya. Setidaknya biarkan aku ikut menentukan beberapa hal. Terutama perkara dengan siapa aku akan menghabiskan hidup serta bagaimana aku mati dan dikenang. “Dan bukankah Kau maha pemurah?” Allah tersenyum. ___ Aku ingin hidup sebagai seorang musisi. Sebagai vokalis sekaligus gitaris. Aku akan banyak menciptakan lagu-lagu resah, lagu-lagu indah, lagu-lagu yang akan mengubah jalannya kehidupan, lagu-lagu yang akan dibicarakan orang-orang selama ratusan tahun. Lagu-laguku akan didengar orang-orang di seluruh dunia. Orang-orang akan menggilainya. Orang-...

Anggurku

Gambar
  YANG perlu kamu lakukan adalah bertumbuh, dan bukan berubah. Kamu, sungguh, tak akan pernah dapat mengubah dirimu. Sekeras apa pun kamu mencoba. Sebesar apa pun kamu berusaha. Kamu tak akan pernah bisa berubah. Kamu tak akan berubah sekecil apa pun kamu menginginkannya. Kamu tak perlu berubah. Bukan karena semata-mata hal itu mustahil dilakukan, tapi karena memang itulah yang benar. Kamu tak perlu berubah dan tak akan bisa mengubah dirimu. Kamu adalah benih anggur. Untuk tumbuh jadi pohon yang sehat dan kuat dan bermanfaat, kamu perlu ditanam di lahan yang bagus. Artinya di tempat yang sesuai dengan karakteristik dirimu. Tempat atau lahan untuk kamu tumbuh sangat berpengaruh, kalau enggan berkata penting, bagi pertumbuhanmu. Hanya orang naif dan kurang pengalaman yang akan berkata emas tetaplah emas walau tempatnya di lubang tai. Coba bayangkan hal ini. Kamu sedang kehausan di padang pasir, apa kamu masih tetap menginginkan emas buat meredakan dahagamu? Seharusnya kamu hidup ...

Catatan Harian Iblis: Selamat Menyambut Tuhan Baru

Gambar
Tuhan baru adalah tahun tanpa hantu. Tak ada kegelapan, tak ada kekelaman, tak ada ketakutan. Segalanya hanya berisi cahaya terang benderang. Segalanya hanya berisi kesenangan dan hanya kesenangan belaka yang ada. Tujuan utama hidup bukanlah ibadah melainkan untuk bersenang-senang. Untuk selalu mengisi setiap langkah dengan kegembiraan. Barangkali antum lebih percaya kepada Rhoma Irama. Karena selain “haji,” ia pun dikenal sebagai makelar surga kelas kakap. Antum barangkali lebih percaya pada apa yang dikatakannya. Bahwa yang asyik-asyik, bahwa yang enak-enak, adalah perangkap setan yang akan menjerumuskan manusia ke lubang kehinaan bernama neraka. Antum dibentuk buat berpikir kalau yang senang-senang atau sesuatu yang menyenangkan itu tak baik bagi diri. Terutama, bagi ketenangan jiwa dan raga. Maka dari itu ia menyarankan supaya antum berhati-hati terhadap hal yang asyik-asyik, terhadap hal yang enak-enak. Padahal jika antum mau sedikit saja menggunakan otak antum buat berpikir, ...