Postingan

Mei-Fu

Mei Penghabisan Tahun ini tak sempurna, tanpa Mei. Tahun ini begitu lusuhnya, tanpa Mei. Tahun ini teramat kelam, tanpa Mei. Tahun ini penghabisan, juga tanpa Mei. Benih rindu kadung keburu gugur, mati. Tak dapat hidup dalam alam hati yang kering, tandus. Tak ada air, tak ada tanah, tak ada cahaya, tak juga ada udara. Hanya kosong. Kosong. Tanpa kehidupan, tanpa kasih sayang, tanpa cinta. Seorang lelaki merintih, seorang perempuan tersenyum. Seorang lelaki meraung, seorang perempuan tertawa. Seorang lelaki terluka, seorang perempuan mengucapkan selamat tinggal. Selamat tinggal padamu yang tak mungkin dapat berubah. Selamat tinggal padamu yang mustahil untuk tumbuh. Selamat tinggal padamu yang tak mengerti aku. Selamat tinggal padamu lelaki kalah. Aku telah muntab. Selama ini hanya racun yang kau beri padaku. Aku dan kau mustahil berjalan baik, apalagi berhasil. Dewa telah menuliskannya, dewa telah menggariskannya, dan tinta telah kering. Apa yang telah kita bangun ...

Mimpi Basa dan Mimpi Basi

Seorang perempuan tentu ogah menjalin sebuah hubungan dengan lelaki yang tidak bertanggung jawab minimal untuk diri sendiri, ucapnya. Setelah beberapa bulan berlalu, ia mulai merasa tertekan, muak, dan bertekad untuk bersikap masa bodoh pada kekasihnya itu. Sebabnya, kekasihnya masih saja terlihat sama di matanya, yaitu seorang lelaki pemalas yang tak pernah benar-benar berusaha untuk mendapatkan kerjaan.             Kekasihnya itu sudah lulus kuliah padahal, dan telah diwisuda pada bulan A gustus lalu, sementara ini sudah akhir dari bulan D esember, dan ia masih saja menganggur. Bukannya tak pernah perempuan itu menyuruhnya untuk cepat-cepat mencari pekerjaan, tapi kekasihnya selalu saja mengelak dengan jawaban-jawaban retoris semacam aku tak ingin kerja kantoran, atau kerjaannya terlalu mudah, kurang menantang, atau aku tak bergairah melakukan kerjaan semacam itu, atau rasanya itu bukan pekerjaan yang cocok untukku, atau aku...

Bilangan Marja

Mengenai perempuan, kiranya tak akan pernah tuntas ia dapat dikupas. Tidak mungkin tuntas, tepatnya. Ia bukan teka-teki, melainkan misteri yang selalu. Sebelum perempuan bisa menikmati hak-hak hidup yang sama seperti sekarang, ia pernah mengalami sejarah panjang paceklik; kehormatan, pendidikan, dan kesempatan yang sama dengan lelaki. Kita tentu tahu, perempuan hanya dijadikan keset tak bernilai pada masyarakat Arab Jahiliyah sebelum Islam melalui Nabi Muhammad mengangkat kehormatannya, derajatnya. Pada zaman kekelaman tersebut, perempuan hanya dijadikan budak seks, diperjualbelikan untuk dinikmati, dan dibuang kalau sudah usang. Dan setelah melalui pengalaman dan perjuangan selama berabad-abad, perlahan tapi pasti, perempuan mulai bangkit. Menyuarakan isi hatinya, menuntut keadilan, persamaan hak dan kesempatan. Hasilnya tercermin pada diri Marja. Dalam novelnya Bilangan Fu, Ayu Utami mendeskripsikan seperti apa seharusnya menjadi seorang ‘ perempuan. ’ Marja menjadi cermin...

Carita Lain Caritakeuneun

Panduan Lengkap Membendunglautanapikan Korona , Kirana. Langkah P ertama: mulai dari karantina wilayah, tuang api ke atas lilin, dan usahakan untuk meng ganti sistem. Tadi pagi aku dan beberapa teman, diajak untuk kerja bakti bergotong royong dalam rangka menebar benih disinfektan di Kelurahan. Kirana, aku kira hanya beberapa RT atawa RW saja . Bajingan! Aku ternyata harus menebarnya ke dua belas RW yang masing-masing berisi minimal tiga RT. Sebagai pemuda masa depan masa belakang masa kiri masa kanan masa atas masa bawah masa lalu masa kini masa bodoh, aku tentu tak mampu untuk menolak ajakan tersebut. Terlebih Pak Ketua Haji yang mengajakku, bukan orang sembarangan dalam tatanan dunia pemerintahan serta masyarakat sekitar. Mau tak mau, ingin tak ingin, meski takut korona, aku harus berangkat, demi dirimu juga ini, Kirana. Mujur nya ketika aku sampai di sana, di rumah berlantai tiga Pak Ketua Haji, sarapan sudah tersedia, kopi sudah ter seduh, dan bungkusan rokok kantu...

Kalimat Subuh

Melupakanmu tidak semudah itu , apalagi mengingatmu, tidak sesudah itu. Setidaknya untuk melupakanmu yang kubutuhkan adalah nanti, sementara untuk mengingatmu hanyalah sekarang. Tak ada yang mudah. Tak ada yang sudah. Sehabis mudah rasalah gundah. Sehabis sudah tenggelamlah sedih. Dan sehabis sedih terbitlah subuh. Subuh-subuh mengingatmu bukanlah hal bijak yang dapat memberiku imajinasi untuk misalnya mengarang sebuah puisi cinta, t entu untukmu. Subuh adalah siksaan bagiku. Karena pada matanya aku tak dapat mengelak bahwa aku seringkali menemukanmu. Telak. Aku tak bisa melancarkan serangan balik atawa membalikan serangan. Subuh mesti selalu digdaya. Dingin merasuk tulang, tulang terasa rapuh serapuh harapan untuk bisa bersamamu. Tak ada tempat untuk berlindung dari subuh. Aku pun tak boleh mengeluh. Hanya bisa melenguh akibat mimpi basahku denganmu di atas pasir putih pantai Pok Tunggal yang sehabis kita bercinta kemudian aku menyaksikan debur ombak timbul tenggelam di mat...

Karena Korona Kirana

Aku bingung. Bingung sekali. Sangat bingung. Sungguh bingung. Harus ke mana mencari masker. Minggu lalu kujelajahi sungai Eufrat, tak kutemukan masker. Masker. Masker. Masker. Enam hari yang lalu kususuri sungai Amazon, tak kutemukan masker. Masker. Masker. Masker. Lima hari yang lalu kulayari sungai Citarum, toko masker tutup. Masker. Masker. Masker. Empat hari yang lalu kuselami sungai Musi, masker habis. Masker. Masker. Masker. Tiga hari yang lalu kusisir sungai Halimunda, pabrik masker kebakaran. Masker. Masker. Masker. Dua hari yang lalu kukunjungi sungai di pedalaman Kalimantan, pabrik masker sudah pindah. Masker. Masker. Masker. Sehari yang lalu kudatangi Terusan Suez, barangkali masih ada kapal-kapal yang mengangkut masker, ternyata masker hanyut. Masker. Masker. Masker. Terakhir hari ini kukunjungi Leuwi Sipatahunan; juga tak ada masker, yang ada hanya suara kecapi-suling sedang memainkan tembang sunda buhun. Itu baru tujuh hari yang lalu. Empat belas hari yang lalu sela...

Kami Rindu; Jani

Pagi, sekitar jam enam Ulfah mengirim pesan singkat pada kekasihnya yang berisi pemberitahuan kalau dirinya memang positif hamil. Hari itu, genap sudah lima belas hari dirinya telat dari jadwal menstruasinya.             Awalnya Ulfah, tak terlalu merisaukan kemungkinan kalau dirinya hamil. Ini disebabkan kenyataan bahwa memang jadwal menstruasinya tak pernah pasti, dan selalu berubah-ubah setiap bulannya. Kadang biasanya jadwal menstruasinya hanya mundur beberapa hari saja. Tapi pernah juga jadwal menstruasinya mundur sampai sepuluh hari, dan bahkan sampai hampir dua minggu. Itu adalah hal biasa baginya. Ia pun juga tak pernah menaruh curiga atau merasa aneh saat dirinya selama dua minggu belakangan ini selalu mual-mual merasa ingin memuntahkan sesuatu. Ulfah tenang-tenang saja, hanya berpikir mungkin dirinya sedang masuk angin karena kurang makan dan istirahat. Dan lagi-lagi, itu juga hal biasa baginya.   ...