Postingan

Si Bocah dan Si Gadis

Gambar
  1             Saat mereka bertemu untuk pertama kalinya di sekolah menengah itu semuanya masih abu-abu. Mereka tak saling kenal, hanya saling mencuri-curi pandang. Bocah itu kadang sengaja meluangkan waktunya untuk mengintip dari jendela kelasnya, melihat gadis cantik itu diospek anak-anak kelas sembilan. Betapa ia ingin menghajarnya. Namun apa daya, dirinya terjebak di kelas matematika yang membosankan. Bocah itu diberi informasi cuma-cuma oleh teman se-kampungnya tentang si gadis, bahwa ia memang adik pacarnya itu. Dengan jaringan antar kelas delapan yang dimiliki si bocah, tak susah untuk memastikan info itu benar adanya. Gadis itu baru menginjak usia ketiga belasnya. Perawakannya masih seperti anak yang baru lulus SD. Memang, memang ia baru lulus SD.            Setelah dua minggu, masa orientasi siswa pun selesai. Saatnya memasuki kelas sesungguhnya. Gadis itu t...

2017, Sampah Lempar Ke Sungai!

Gambar
              Tahun ke tahun selalu sama, aku cuma bilang akan berubah. Tapi nyatanya tetap saja tahun ke tahun selalu sama. Kadang aku malu dengan janjiku sendiri kalau tahun ke tahun tak akan selalu sama. Tapi nyatanya tetap saja dari tahun ke tahun selalu sama. Tak tahu kenapa dari tahun ke tahun selalu sama, padahal sudah suah payah kuusahakan agar dari tahun ke tahun tak selalu sama. Tahun ini aku kembali mencoba untuk meresolusi diri, supaya dari tahun ke tahun tak sama. Dan, semoga tahun ke depan yang akan kujalani bukan tahun yang selalu sama. Ini saatnya membikin perhitungan dengan tahun 2017. Apa saja yang sudah kulakukan di tahun ini? Manfaatkah? Bergunakah? Apakah tahun ini selalu sama? Atau tahun ini tak sama? Coba, aku akan mengoreknya. Tapi, aku hanya akan memilih beberapa cerita saja , sementara sisanya sudah kubuang ke sungai.             Cer...

Ngrancahan, di Atas Kertas.

Gambar
11-07-2017. Hari pertama berangkat ke Posko KKN. Hari selasa tanggal 11 Juli 2017 kami berangkat dari Multi Purpose (yang sekarang namanya sudah diganti menjadi gedung Prof. Amin Abdullah) UIN Sunan Kalijaga jam 08.00. Sejam kemudian kami sampai di rumah Pak Dukuh. Kami istirahat sekitar tiga puluh menit sebelum pergi ke Kecamatan untuk upacara penyambutan. Perlu diketahui kelompok kami baru hadir tujuh orang. Aku, Eirfan, Fitri, Atika, Risda, Febby, dan Puji. Sementara Ike dan Isfi belum hadir. Ike mengikuti wawancara untuk seleksi Duta Bahasa di Balai Bahasa Yogyakarta. Di sisi lain, Isfi pagi-pagi terserang meriang dan harus ke puskesmas. Di perjalanan ke Kecamatan, Puji yang dibonceng Febby jatuh dari motor. Ini dikarenakan Febby ‘tekor’ lalu menghantam pasir di pinggir jalan. Untung saja luka yang diderita masih luka ringan. Mereka masih sanggup melanjutkan perjalanan. Kami tiba di Kecamatan. Mahasiswa lain sudah berkumpul dan acara pun sudah dimulai. ...